
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mulai mempercepat proses monitoring kesiapan lahan desa dan kelurahan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi desa ini membutuhkan kesiapan lahan yang memadai guna membangun gerai, gudang, serta sarana penunjang lainnya. Kepala Bidang Perindustrian, Koperasi, dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Mukomuko, Denni Haryadi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pemantauan menyeluruh guna memastikan seluruh desa siap menyediakan aset lahan yang akan digunakan dalam pembangunan tersebut. Dari total 150 titik KDKMP di Kabupaten Mukomuko, sebanyak 121 titik telah masuk dalam aplikasi Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes), sementara desa lainnya masih dalam proses penyusunan data untuk menyusul kemudian.
Dari 121 titik yang telah terdaftar, Denni mengungkapkan bahwa baru 44 titik yang telah memulai pembangunan fisik, tepatnya tahap penggalian pondasi gedung koperasi. Untuk mempercepat penyiapan aset lahan, pihak desa dan kelurahan turut mendapatkan dukungan dari TNI, khususnya melalui peran Babinsa yang membantu pengecekan lapangan dan koordinasi teknis di tingkat desa. Dalam struktur program ini, Dinas Perindagkop-UKM Mukomuko berperan sebagai pendamping bisnis asisten, sementara pengerjaan teknis lapangan sepenuhnya dilakukan oleh pihak TNI. Desa yang tidak memiliki aset lahan diperbolehkan memanfaatkan aset Pemerintah Kabupaten Mukomuko, dengan pendampingan instansi terkait melalui koordinasi bersama Bidang Aset Badan Keuangan Daerah (BKD). Pemkab memastikan tidak ada desa yang tertinggal akibat keterbatasan lahan agar pembangunan koperasi dapat berlangsung serentak.
Terkait anggaran, Denni merinci bahwa pembangunan fisik gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan nilai sebesar Rp2,5 miliar per titik. Selain itu, diproyeksikan adanya tambahan anggaran non-fisik sehingga total biaya pembangunan satu unit KDKMP mencapai Rp3 miliar. Pemkab Mukomuko telah menetapkan target percepatan pembangunan, yaitu dua titik KDKMP siap beroperasi pada Januari 2026, sementara seluruh titik lainnya ditargetkan rampung pada Maret 2026. Dengan percepatan ini, pemerintah daerah berharap KDKMP dapat segera berfungsi untuk memperkuat ekonomi desa, membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menekan ketergantungan terhadap tengkulak dan rantai distribusi yang tidak efisien. Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam transformasi ekonomi desa di Kabupaten Mukomuko.

