
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan masih akan melanda Provinsi Bengkulu dalam tiga hari ke depan. Menurut prakirawan BMKG, Dyah Rizky, wilayah Bengkulu menunjukkan adanya indikasi hujan dengan intensitas mulai dari ringan hingga lebat, disertai potensi angin kencang yang diperkirakan mencapai 15–20 knot atau 30–40 kilometer per jam. Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini meningkatkan peluang timbulnya cuaca ekstrem, seperti petir dan angin kencang sesaat, sehingga wilayah Bengkulu oleh BMKG secara resmi dimasukkan dalam kategori waspada cuaca buruk. Dyah menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi yang berpotensi mengganggu aktivitas harian, termasuk transportasi darat maupun laut.
BMKG merinci bahwa kategori waspada meliputi hampir seluruh kabupaten/kota di Bengkulu, antara lain Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, serta Kaur. Selain ancaman hujan lebat dan angin kencang di daratan, BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Bengkulu. Gelombang laut di perairan Bengkulu bagian utara, perairan Bengkulu tengah dan selatan, serta kawasan perairan sekitar Pulau Enggano diperkirakan dapat mencapai hingga dua meter, sehingga aktivitas pelayaran tradisional, transportasi laut, dan kegiatan nelayan dikhawatirkan mengalami gangguan. Dyah meminta masyarakat, terutama para nelayan, untuk terus mengikuti informasi terbaru melalui aplikasi Info BMKG, layanan SMS BMKG–Kominfo, serta kanal resmi lainnya agar dapat mengambil keputusan yang aman selama periode cuaca buruk ini berlangsung.
Sejalan dengan peringatan tersebut, BMKG juga mengimbau sejumlah instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Wilayah Sungai, pihak kepolisian, serta organisasi lain yang terlibat dalam mitigasi bencana untuk memperkuat koordinasi dan memberikan arahan kepada masyarakat agar menghindari kawasan yang memiliki potensi tinggi terhadap longsor maupun banjir bandang. Infrastruktur jalan, terutama yang melintasi perbukitan dan daerah aliran sungai, dinilai rawan mengalami gangguan akibat intensitas hujan yang meningkat. Dengan kondisi tersebut, masyarakat Bengkulu diimbau meningkatkan kesiapsiagaan, tetap waspada, dan tidak mengabaikan setiap peringatan dini yang disampaikan BMKG demi mencegah kerugian lebih lanjut di tengah dinamika cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut.

